Jumat, 09 Oktober 2009

mid test

hahay! mid test belum selesai! masi ada periode satu minggu lagiiiii! Ah tidaaaaaa!

hari pertama mid test, 5 oktober 2009; aku masuk seperti biasa. upacara dulu, dengerin asmaul husna, bergeje ria sambil nunggu guru pelajaran pertama mulai; olahraga. Tes Lay Up Shoot, okeh aku bisa walau banyak salahnya daripada benernya. Masing-masing anak dari no absen atas mulai menjalani tes, sampai kepada Yoga, Pak Toni ngamuk dan marah-marah karena anak cowo maksa liat nilai. Ah! Terpaksa aku, ulya, ulfi, anya, dan rafsa TIDAK MENJALANI TES! nasibbb... mid test hari itu adalah ELEKTRONIKA, sebuah pelajaran yang selalu jeblog dari bertama aku ikuti. Sebagai warga Indonesia yang setia pada adat leluhur, aku memasrahkan diri (bukan bertawakal, cukup pasrah aja) pada Allah SWT, semoga Allah mengirimkan aku malaikat yang membisikkan kunci jawaban ke aku. Pelajaran terakhir, ELEKTRONIKA pun akhirnya datang. Dengan kaki bergetar aku berjalan menuju kelas 9B buat belajar elektro. Udah sampai dengan tenang, dan mengatur posisi duduk sedemikian rupa agar bisa nyontek ke dwiki dan hanun, sang master, aku mulai berlatih membaca resistor bersama astri dan hanun. Udah pw duduk, maulana dateng sambil bilang "ditunggu pak iwang di atas"
uh shit! terpaksa naik ke atas, lalu duduk dengan posisi tidda strategis. sebal! alhamdulillah, saat test berlangsung, ulfi dan hanun mau memberikan contekan sukarela (baik banget kaliaaan! :)). Lalu setelah mengumpulkan saya pulang...

hari kedua mid, 6 oktober 2009; aku datang pagi. memandang geje pada buku PKn, hari ini mid test PKn, dan TIK. Bencinya, aku belum ngapalin PKn, malah tidur karena ingetnya besok rabu.
Aku memandang buku PKn dan berkata, "Buku, kenapa kamu isinya buanyak sekali yang pentingnya?"
Buku PKn menjawab, "Itulah aku, memangnya kenapa?"
Aku menjawab pertanyaan buku, "Karena kamu jadi susah diapalin"
Buku bersabda, "Aduh mak! Kapan Indonesia mau maju kalo muridnya kayak gini?"
Aku menjawab, "Nggak tahu kapan Indonesia mau maju"
Buku terdiam sejenak, lalu berkata lagi, "Ah, aku tidak punya solusi, pasrah saja lah kamu!"
Aku mengangguk, mengikuti saran buku PKn, jadi aku simpan lagi buku PKn dalam tas agar dia bisa istirahat dengan tenang. Lalu aku mengambil buku TIK. Aku pandangi dengan geje.
Buku TIK bersabda, "janganlah adinda menghapalkan ananda, yang terpenting adalah mengerti! Ingat perkataan guru adinda!"
Aku terdiam, buku TIK benar. Akhirnya aku masukkan lagi ke dalam tas. Hanun datang dan membuka buku PKn, memandanginya dengan geje. Sepertinya dia juga bicara pada buku PKn yang menyuruhnya untuk pasrah, akhirnya dia masukkan lagi buku PKn ke dalam tas.
Ternyata UTS PKn cuma bikin soal 25. Tapi pulpenku meronta-ronta kelelahan. Karena dia protes terus, akhirnya aku beri dia hukuman setimpal, aku kasihin ke luqman lalu ia digigit. Aku mendengar teriakkannya berkali-kali. TIK tida UTS.

Hari ketiga UTS, 7 OKtober 2009; bermain sebagai dirigen memang bukan pilihanku dari awal group ensamble 9A dibentuk. Aku tidak suka hanya diam dan menggerakkan tangan. Aku ingin bermain recorder. Tesnya bukan sekarang, tapi hanya latihan. Itupun sudah bikin kakiku senut-senut. Ditambah kenyataan Fisika diremed, oh no! Bahasa Sunda ulangan mendadak, untuk dengerin waktu si bu teti ngejelasin, jadi bisa! Hahaha! UTS bahasa Inggris. Apa itu stained? Aku nggak tahu. JAdi aku dan ulfi jawab lightened. Dan hasilnya... SALAH! Hebat! Beruntung tida diremed.

Hari keempat UTS; 8 Oktober 2009; IPS mabrow! Soalnye ajegileeee! PDRI, what the? Itu kan nggak ada di buku. Dari 10 soal yang nggak ada di buku, aku salah tiga. Kebegoan aku adalah membiarkan naluri setan merasuki tubuh hingga aku mengganti pilihanku pada soal "siapakah pendiri PDRI?" yang asalnya Syarifudin Prawiranegara (yang harusnya bener) jadi Amir Syarifudin (jadi salah) uuh! Harusnya aku dapet 90! Jadi cuma 87 deh! :(

Hari kelima UTS, 9 OKtober 2009; harusnya UTS bahasa Indonesia, tapi bu wiwin ga masuk. Ada simulasi gempa, jadi aku lari-lari sambil teriak "gempa!!!gempa!!!" kayak orang gila. Hahaha! Tida ada UTS kecuali tes renang. shit! Pulangnya bokap lama ajdi terpaksa ditungguin ama dea en fitri. Dea dijemput sama pa kosasih yang ganteng, fitri dijemput sama supirnya. Sebenarnya Om Prima si ganteng kalem lagi ada di ramayana, beli baju buat penyambutan. Ayah udah ngomong, "kan ada si om di ramayana" dan si om malah aku tfsirkan sebagai Om Arnold si ganteng centil. Coba tahu Om Prima, mending pulang sama Om Prima!

UTS kacauuuu! Eragon, Eldest, Brisingr, Ed Speleers, selamat tinggal hixz! Dengan begini, masih ada 3 mata pelajaran lagi yang belum UTS; Matematika, B.Indonesia, Biologi. Arggghhh!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar