Minggu, 01 November 2009

Kebanjur maaak!

Seperti biasa, sehabis mandi pagi gue ngabring keluar. Jalan kaki sajja!
Aku datang binti nyampe di rumah Tommy, teras jalan ke pos kamling mau parada kumpul.
"Hayu urang mancing yeuh!" kata si kurip
"Gak! ntar item!" kata andhara
"Yang bener hayu urang maen keyboard di rumah sayah!" kata mas dicky
Langsung cabut menuju rumah mas dicky. Kiss me, itulah lagunya, dimainkan scr lancar sma yg empunya keyboard. Gue nggak minta bisa, jadi cuman olohok yg ujung-ujungnya maen zuma.
Menjelang siang, gue balik. Rumah sepi, pasti pada keluar. Ah makan terus main lagi. Udah we makan buru-buru langsung cabut ke rumah Yoga main Eragon.
"Ul, aku mau ngadu yuk?" kata Yoga
"Males yog, pingin nonton ajah!".
Karena garing, aku memutuskan, "Hayu kita cari jangkrik!"
Semua setuju jadi kita cari jangkrik. Lapangan sebelah Bu Kanda jadi sasaran. Kita menggila sampe masuk kebon Bu Karmi yang forbidden, ke lapangan deket kebon palawija, sampe rumah Bu Nandang ikutan dimasukin. Gak sengaja *boong* masuk rumah Bu Suradi nemu sirop, jadi diminum hahahaha!
Gak nyangka udah jam 3, gue dapet 12 jangkrik. Yang unggul sih Rama , 25 jangkrik. Itu jangkrik dicari yang paling alus, terus dibuat aduan sama Bangkit, yang lain pulang.
Karena searah, gue, Yoga, Rama, Tommy, sama Andhara balik sama-sama. Gue lagi asyik ngobrolin Eldest sama mereka. Kita ambil jlan ngider biar bisa lihat kecengan dhara main merpati. Di jalan ngider itu ada rumah Pak Oji.

Sore itu Pak Oji terlihat bugar. Ia mengenakan peci, kaus oblong putih yg lagi model, sarung kotak-kotak model baru , sendal jepit swallow yg kemarin dipakai di peragaan busana internasional, plus menenteng ember berisi air balong hijau dan gayung. Pak Oji menyapa beurung perkututnya, si Manis.
Tembok pembatas rumahnya yang dibuat dari semak belukar tinggi menghalangi pandangannya akan dunia luar. Pak Oji bersiul *dan siulan itu gue denger*. Lalu Pak Oji membuka kakinya, membungkuk, menjinjing sedikit sarungnya, mengambil gayung, dan AIR BALONG HIJAU ITU PUN DIAYUNKANNYA DENGAN SEMANGAT DAN DALAM VOLUME BESAR KE ARAH SEMAK PEMBATAS RUMAHNYA saat kami lagi asyik-asyiknya jalan di sebelah semak sambil ngecepret sana sini.
Gue means kami langsung teriak "WADHOUEEEEWWW!!!!"
"haduh?" Pak Oji tergopoh menyambangi dunia luarnya.
"Bapaaaaaak!" Si Andhara ngamuk.
"Bapak kok bau?" tanya Rama
"Itu air balong, Den! Aduh maap nih" Pak Oji bingung.
"Bapak sarungnya! Sarung!" kata Tommy waktu gue lihat sarung Pak Oji kendor.
"Bapaaaak, jorok ada lukutnya!" Yoga ikutan protes
 "Hahahahaaha!" gue cuman ngakak.
"Hadeu non, aden gimana inih mun si bapa dimarahin sama Bapak komandan-komandan? Bisa abis atuh si Bapa yeuh! Aduuuuh, keringan heula bajunya non, aden!" katanya
"Nggak usah dah Pak! Langsung pulang aja deh!" kata gue
"Beneran yeuh ga apa-apa?" tanyanya lagi
"Sungfeh bapak bau sih tapi nggak papa" kata Yoga

Finally kami pulang dengan cengiran lebar dan rombongan konfoi *anak-anak kecil pake sepeda yg kebanyakan rasa ingin tahu* di belakang. Malu juga sih pulang basah en bau.
Hadeu ya Allah nape gue harus kebanjur air kolam ijo bau hadeu miris amat ya allah?
Apa salahku apa salah ibuku hidupku dirunding pilu (Wali *hahahy* Cari Jodoh)

Minggu, 25 Oktober 2009

Susulan renang = Worst activity ever

sebagai anak rajin dan peduli akan nilai, pagi ini aku dan dyah janjian mau renang. Dyah dateng jam 7 tapi gue jam stengah 8, means ngaret setengah jam dari perjanjian yang ditandatangani di TD, 24 Oktober 2009. Gue dateng en liat Intan lagi pemanasan dan Dyah bergeje ria memainkan kaki di air. Gue ganti baju, dan disambut kesengsaaraan dengan disuruh lari 5 keliling. Gue korupsi tuh lari jadi 2 keliling. Tadinya gue pikir Dyah dan Intan yg lagi mainin kaki di kolam cuma bergeje ria aja, tapi ternyata nggak. Gue disuruh melakukan hal yang lebih konyol dari mereka...
bagaikan orang disetrap, Paton nyuruh gue untuk mempraktikan sebelah kaki gaya dada sambil berdiri.

"Ul, coba lakukan begini (mencontohkan). Satu...dua...tiga...satu...dua...tiga. Oke? Lakukan (dengan cinta) 50 kali, bagi dua jadi 25 per kaki."
"Iya pak!" (lalu mulai melakukan adegan "syur" sementara seorang mas-mas agak ganteng merhatiin gue dengan teliti)
lalu...
"Udah Pak!" sambil ngos-ngosan. ternyata itu adegan syur plus geje  nguras tenaga juga ye?
"Ul, lakukan (dengan cinta) lagi tapi lebih cepet. Kayak gini, satu...dua...satu...dua... itungannya cuman sampai dua aja, yang tiganya jadi refleks. Oke? sepuluh aja masing-masing kaki"
Gue pasang pose syur, yak look at the camera, senyum biar kobe and... ACTION!
"satu..dua...satu...dua... (sampe dua puluh kali)"
lalu...
"udah pak!" (ngos-ngosan)
"Coba lakukan lagi, kali ini satu hitungan saja, gerakan ke-2 sama ke-3 jadi refleks, ngerti? Yo, 15 aja per kaki."
Gue mengulangi persiapan; mengingat naskah yang isinya hanya "satu...satu...satu..." sampai shooting selesai, mengangkat satu kaki sambil menyebut mantra "SATU...", menggerakkan pergelangan kaki atas perintah jempol, dan melengkahkannya dengan cepat. Memalukan sementara si mas-mas memperhatikan sambil mencatat (???)
Yap, sudah 30 dan aku bilang "udah pak"
"Yo, sekarang duduk, menghadap ke tembok, lakukan gerakan tadi yang hitungannya hanya satu tapi sambil duduk. Lima puluh kali aja." kata Pak Toni nyantai (gue : melongo)
Gue duduk, membuat pose eksotis, lalu mengucap mantra "SATU..." saat kaki gue angkat dan melakukan dua gerakan geje lainnya dengan refleks yg tanggap. Lima puluh gerakan selesai, gue menghadap Pak Toni membawa tumbal berupa kepala Hanun (???).
"Ayo sekarang masuk dan lakukan yang tadi di air. sepuluh kali aja (gue mengucap syukur) tapi 5 gelombang, per gelobang sepuluh (gue melongo. It's the same as 50, huh?). Go!" kata Pak Toni lagi-lagi dengan santai.
Maka gue bekutet dengan air layaknya anak SD baru belajar renang. Lima puluh gerakan gue lalui, lalu gue menghadap lagi, kali ini membawa tumbal kepala Ulya.
"Yak, sekarang coba aja dulu gaya dada melintang 5 kali. Go!"
Maka gue pun berenang gaya dada dengan polosnya. Seusai lima kali gue kembali tanpa membawa tumbal, Pak Toni pun berang.
"Mbak, kakinya itu dibuka yang lebar (dalam hati gue berpikir, kaki gue bisa copot kalo gitu nggak ya?) dan dinikmati (emang bisa ya?). Yak, sekarang memanjang 5-1 aja dulu dinikmatin (hah? memanjang? gak salah?). Go!"
Maka gue bekutet berenang bagai dikejar buaya kelaperan di belakang. Membrutal saudara-saudara...
Kembali dari berenang, gue menghadap Pak Toni membawa tumbal kepala Fajar. Kelihatannya Pak Toni kurang puas.
Singkat cerita, gue disuruh renang lagi terus menerus sampai akhirnya gue menangkap Adam dan memengal kepalanya lalu diserahkan ke Pak Toni.
"Nah, sudah bagus, sekarang boleh istirahat." (ooh, jadi yg dimau kepala Adam? Nanti gue bawain kepala Basith ah!)
Sesudah puas bersantai, gue renang lagi dan tetap memanjang. dengan berbagai nasihat,
"Chick and Chess rapet!" atau "Jari jemarinya menutup, agar tidak jadi hambatan" atau "tangannya!" dan yang paling sering lagi adalah "dinikmati Mbak!".
Maka gue mencari si Basith dan memenggal kepalanya, lalu...
"Nah, begini dong! Sekarang istirahat dulu, minum teh atau makan mi dulu!" (HAHAHA!)
Gue melihat Dyah sudah boleh pulang, Intan juga. Dan gue balik lagi, pingin cepet pulang.
"Ayo, Bapak target 35 detik memanjang. Siap?"
"Insyaallah"
"Go!"
Maka gue berenang bagai dikejar hantu Ulya, Basith, Adam, Hanun, Ulfi, dan yang paling menyeramkan adalah Pajrot. Alhasil gue mencapai target 37, tapi si Bapak belum mengikhlaskan gue pulang, maka gue tangkep si Dwiki, gue kulitin, gue sate, dan gue penggal kepalanya, lalu gue serahkan ke Pak Toni.
"Bagus, sekarang boleh pulang!"  (YESSS!)
gue melirik jam di dinding. Buset, jam 11? Gue TO jam setengah satu n belon bawa buku! bergegas gue cabut ke rumah, sampe rumah jam 12 kurang, makan, sholat, lalu cabut lagi k TD. Gue telat 10 menit. Gue mengisi LJK, melirik soal dan masyaallah. ini bukan soal tapi penyiksaan gelombang ke dua.
TENG...
Pertarungan antara makian ayah dan hujatan ibu melawan kepolosan dan ke-tak berdosaan gue dimulai. Belum lagi si soal kunyuk itu menggerogoti gue. Haaaaaa! Akhirnya, gue asalin semua jawabnnya (HAHA!). Gue pulang dan ketika nyaris santai di rumah, gue inget tugas OR. Langsung boyong laptop dan ngenet di perpus.

Well, that's my day.... Hari yang penuh tugas bagi Sang Putri Samber Nyawa. Hhhhh!

Jumat, 23 Oktober 2009

Second single of Anang Hermansyah

Hari Jumat, aku berangkat bersama ayah. Sekitar jam 06.00, aku udah nyampe padasuka waktu aku nyadar INI HARI JUMAT DAN AKU PAKE BAJU PUTIH, HARUSNYA BATIK. Haaaaaa? Saltum?
oh shit, aku langsung flash back,,,

waktu ulum kelas 7 smt 1, aku juga salah kostum, saat semua pake baju putih, aku batik. Dan sekarang... kebalikannya, aku pake putih dan mereka semua batik. Ya Allah!!!! aku tahu Yoga sering saltum, tapi aku nggak mau kayak yoga, aku berbeda *???

okeh, jadi aku ngerengek-rengek ke babeh... akhirnya babeh pun minjemin HP-nya. aku nelepon humz dan nggak nyambung-nyambung. finally dd ngangkat telepon.

dde : halo?
aku : dd ni kk
dde : ada pa?
aku : mana ibu?
dde : oh, ini ibu
aku : dd plis! mana ibu?
dde : ini ibu!
aku : gosh! MANA IBU?
dde : ini ibu.
aku : grrr...grrr... shadeslayer, mana ibu?
dde : bentar (IBUUUU dipanggil kakak!)
aku : grrr...grrr..
ibu : halo?
aku : ibu bawain baju cepet yg batik kk saltum gapake lama!!!!
ibu : heeh
aku : assalamualaikum
ibu : waalaikumsalam

gosh, so aku nunggu di merdeka dengan geje bagaikan anak mabal sakola. biar kelihatan alim, aku mengeluakan buku IPS dan membacanya. aku nunggu lamaaaaaaaa buanget. sampai sebuah motor beat item merapat en aku ganti baju. ah, untung gak saltum. maksih bu! :)

setiap pelajaran berikutnya nggak terlalu penuh dengan kesialan, walaupun ada. sampai pelajaran IPS, aku mau buang sampah bekas jajan waktu ngeliat pakde nulis "kalau ada gempa". aku inget! itu adalah syair lagu yg diberikan pada anak SD untuk mewaspadai gempa, dan bukan di SMP. aku kasih tahu ulpi ma hanun. suasana menjadi illfeel mendadak.

pakde : ya anak2, ini lagu buat mewaspadai gempa
cewe : haaaa?
cowo : nyanyiin pak!
pakde ; tapi suara bapak nggak merdu
cowo : biarin paaak!

mendengar panggilan adam...
adam : anang mau nyanyi
aku : hooh, hha!
ulpi : dengerin ey!
hanun : bagus mana ama separo jiwa pegi?

pakde menarik napas. semua diam, lalu...
"kalau ada gempa hindarilah kepala. kalau ada gempa sembunyi di kolong meja. kalau ada gempa hindari dari kaca. kalau ada gempa lari ke lapang terbukaaaaaa"
(cewe melongo, cowo terpesona. tawa pun meledak dan tepuk tangan menggema)

pakde : coba nyanyikan bersama-sama
maka kami pun menyanyi dgn illfeel

pakde : kira-kira ada lirik yg mau ditambahkan?
cowo : engga pak!
pakde : bapa dengar 9A ahli aransmir lagu
(diam)
pakde : siapa yg mau nyanyi
all : pajar pak! di-rap
pakde : ayo fajar nyanyi
mira : lilis pak!
astri alias lilis : nggak.

begitulah seterusnya sampai pulang :p

hahaha! wonderful anang! wkwkwkwk

Minggu, 18 Oktober 2009

Nongton Eragon The Movie = kecewa berat

pada hari sabtu ku turut ayah ke cimahi.
naik motor beat punya gue
ku duduk di blakang...
ku duduk belakang ayah yang sedang menyupir
mengendarai motor supaia ga melenceng-melenceng
heiii! brum...brum...brum...
suara mesin motoooooooor!!!!

cukup nikmat ikut ayah ke cimahi, menjemput adik tentunya.
aku nyengir waktu ngelewatin tempat dvd bajakan,
brilliant IDEA ofcourse...

aku memandang jam, dd pulang masi lama.
So, I said in litlle prayer...
And hope my dreams will come true (seenaknya ngancurin lagu)...

aku : beh, dvd bajakan noh!
beh : ???
aku : beh, tau Eragon?
beh : heeh
aku : bagus kan beh?
beh : ehemm

beh berbelok ke kios dvd. aku turun

aku : mas ada eragon?
mas : itu
aku : dicoba dulu mas
film berputar, cukup lancar di awal, dan menurutku sampai akhir juga lancar
aku : ini aja mas
mas : oke
akupun pulang bawa dvd bajakan :p

dd tak kunjung keluar, aku lihat Hasya.

aku : sya bram mana?
hsy : masih piket
aku : hasya udah djemput?
hsy : blom
aku : awas ilang ya?
hsy : iya

tak lama kemudian dd keluar...
singkat cerita kami menonton di rumah. dan Ed guanteeng!

sayangnya, banyak adegan yg dilewat...
1. ga ada Teirm
2. Ga ada Horst yg baik hati
3. ga ada Dras Leona
4. ga ada Eragon luka parah nyampe nyaris mati
5. ga ada kurcaci
6. ga ada Tronjheim
7. ga ada adegan jebol permata Tronjheim (my fav)
8. ga ada si kembar penghianat
dan adegan yg beda :
1. brom ngebunuh Ra'zaq padahal harusnya Brom dibunuh Ra'zaq
2. Brom malah mati dibunuh Durza
3. eragon ketemu murtagh pas kabur dari Gil'ead, bukan pas di dras leona
4. pas bunuh Durza, Eragon naik Saphira padahal aslinya Eragon dipisahkan sama Saphira oleh si kembar penghianat, Eragon terpaksa berperang sendiri hingga terkena sabetan kutukan yg bikin dia cacat sampai Arya en Saphira menjebol lantai permata Tronjheim yg bikin Eragon berhasil menusukkan pedang ke jantung Durza n jadi Shadeslayer (my fav)

and those're mean GA RAME!
huaaaaaaaa :(

Kamis, 15 Oktober 2009

Separuh Jiwaku Pergi

Saat pelajaran IPS yang garing, aku ulfi en hanun chat via kertas tentunya karena ga boleh bawa hape... yang enting chat walaupun kagak bergengsi... Hebuat bunget dong chat itu...

(sebelumnya, masing2 baca doa mo tidur dan bilang "have a nice dream")
ulpi : si pa dekun ngemeng ape nih? kok cerita masalah pa obama?
aku : emang biasanya kayak gini lageee

ulpi pun menggambar pak dekun di secarik kertas. hasilnya mirip boneka santet (ampun pak), jadi kita komen...
aku menggambarkan paku buat nusuk dan hanun bikin orang kanggo dorong paku. Aye! lalu ulya komen

sabda Ulya : kalau pak dekun kempes kayak Anang hermansyah.

aku, hanun, ulpi : HUAHAHAHAHAHA!!!!
dan pikiran langsung terpokus ke lagu, SEPARUH JIWAKU PERGI, Karya anang hermansyah...


bayangkan pak dekun vs Anang Hermansyah.... huahahahaah! gak bakal kebayang deh! ngomong-ngomong aku juga mau menambahkan lirik lagu separuh jiwaku pergi... gak kebayang yang nyanyiin pak dekun...

Separuh Jiwaku Pergi
Memang indah semua
Tapi berakhir luka
Kau main hati
Dengan sadarmu
Kau tinggal aku

Reff:
Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku

Back to Reff:

Kau bilang tak pernah bahagia
Selama dengan aku
Itu ucap bibirmu
Kau dustakan semua
Yang kita bina
Kau hancurkan semua
Back to Reff:\

since then, I like Separuh Jiwaku Pergi :)

Rabu, 14 Oktober 2009

Kehujanan dkk.

hari ini aku kehujanan, hebatnya...
aku nggak memprediksi bakal ujan, padalarang cerah-cerah aja saat aku berangkat. ternyata sampe di suatu tempat yang aku nggak tahu apa, hujan deres. so I continue my journey (alay bener) dengan berbasah-basah. sampai di sangkuriang itu hujan menggila. wadowww terpaksa nyeberang jalan buat naek angkot malah kebasahan udah terlambat pula. akhirnya aku memutuskan untuk tidur dalam angkot :)

kesialan ini merupakan lanjutan dari semua kesialan yang ada. siang ini, aku membicarakan masalah Ed si guanteng. ketika mau beli minum, si uulya jelek tapi cantik (???) nyari masalah, hanun juga, dia ngatain Ed adalah Om Edward (Pa Edi). Huaaaaah?

apakah ini nyata???
(Pak Edi jangan ngamuk, tidak baik bukan Pak?)

aku : wah hujaaan :)
ulpi : iya, ben josh!
aku : edward
ulya hilang
hanun : ???
aku dan ulpi masih ngoceh waktu hanun bilang,
hanun : dit, oooh gue baru tau lo ngeceng pak Edi.
aku : krik...krikk
ulya : (entah dateng tiba2) hahahaha!
ulpi : ayo solat
aku : ayo
dijalan aku menyadari sebuah fakta...

pak Edi sering menyebut dirinya sendiri Edward, dan Edward adalah nama suami aku....

noooooooo!

singkat cerita setiap anak yang (telah dicemari gosip ga bermutu untuk mendompleng popularitas Ed oleh Hanun dan ulya) bertemu aku menyanyikan lagu Cinta Terlarang sambil berkata "udahh, pak edi emang udah ada istrinya. sabarrr"
What the? yang aku maksud, Edward John Speleers 21 tahun.... bukan "Edward abal-abal"!!!!

ya sudahlah, nanti mereka juga karma sama aku... iya kan dam? (adam, doain soalnya doa anak soleh itu manjur)

TIDAAAAAAAK!!!!!

Selasa, 13 Oktober 2009

Diusir saat Hujan

Secara tumbenan, aku balik pake angkot. Bersama dyah dan hanun.

Dyah : eh aku solat dulu ya?
aku : sok aja aku mau makan dulu da!
hanun : iya

lalu dyah pun solat. semnetara itu aku dan hanun perang di kelas.

adam : minggir semua!
fajar ngelemparin tas biar penghuninya keluar.
fajar : mau dipel! minggir!
adam : kalian berdua minggir!
aku : nggak mau!
adam : cepet!
aku : lagi makan!
hanun : hooh
akhirnya adam dan fajar putus asa. lagi asyik kami ngobrol, mereka dateng lagi...
adam : minggir!
hanun : lagi hujan! lagian aku sakit!
fajar : biarin! dihitung sampe 5, satu...dua...tiga...
hanun : nyebelin
adam : pergi!!!!
(bla...bla...bla) sampai akhirnya kami pergi

menemukan dyah atas bantuan mira adalah mukzizat besar, sangat! udah luntang lantung setelah diusir, dan bertemu dyah, kita pulang dan MELAKNAT FAJAR EN ADAM DI ANGKOT. edanlah cukup baik... membicarakan hukum gantung sampai mati, melihat bapak-bapak kerdil dan menyebut "nama haram" tanpa sengaja. mengumpat masalah selokan en all.

sampai rumah, ol tapi HANYA ol di edspeleers.com dan mendapati aku ketinggalan 1 post selama 4 hari! shit! ternyata....
aku mendapati 1 post berisi...

Hi everyone! I have been away all summer shooting a new film in China - i will tell you about that later :). I am thinking of revamping the site with some new features for all of you :)

I need your help though! What would you really lke to see on the site??
Let me know in the comments here!

itu adalah saran dari fans of Ed Speleers di Indonesia! termasuk gue.... huahuahua! Ed baru dari Chinaaa! Terakhir kali aku denger dia ada di Soho, ternyata udah ngacleng ke China dan aku nggak tahu dia SHOOTING FILM! What the? aku nggak mungkin kasih komen lagi karena pasti kagak diwaro jadi mending hanya menegak ludah aja sambil gigit jari. biasanya aku post awal-awal jadi diwaro. kalaupun aku post, aku adalah orang ke-193 sebelum satu jam kedepan yang mungkin bakal naik jadi 250. beruntungnya orang-orang ga pada tahu kalo Ed udah balik dari "jalan-jalan" yang ternyata adalah dari China. jam ini aja yang berhasil mengikuti "situs penjebak" udah 35 orang. hahaha! kalian semua bodoh mengikuti situs pejebak itu!

masalah TIK yang menyebalkan, aku hampir harus ngulangin lagi... kalau saja aku megikuti saran ulya sesat lebih jauh. padahal jempol udah bengkak semua... kabel-kabel itu sangat menyebalkan dan lebih bandel dari adikku!


ditengah kesempatanku ol, sebeum tede pastinya... ibu lupa bawa useful sama buku tede, dan jadilah aku nggak bakal bawa eta buku! :)